Posted by : Saiful Bahri Selasa, 31 Juli 2012



Entahlah, sampai saat ini saya tidak bisa melupakannya, meskipun dia sudah milik orang lain, mungkin benar apa yang dikatakan kebanyakan orang, cinta pertama sulit untuk dilupakan, bukan berarti saya menginginkan dia kembali, tapi pada kenyataannya, ini memang sulit saya lupakan, berbagai cara, berbagai upaya, beberapa wanitapun sulit menggantikannya, meskipun ada semuanya bersifat sementara.

Ini semua salah saya, mungkin dia tidak menerima apa yang saya lakukan padanya, sehingga akhirnya ada lelaki yang membikin hatinya lebih nyaman dan akhirnya ia memiliih bersama lelaki itu. Danisah, namanya sederhana, temen tetangga kamar satu komplek kost an dengan saya, berawal dari smsan, hingga kamipun akhirnya deket dan bersahabat, meskipun saya menyukainya dari awal ketemu namun saya tidak berani mengungkapkan, maklumlah memang seperti itu sifat saya, pemalu dan kebanyakan orang mengatakan saya adalah orang yang tidak gentle terhadap cewe, hingga pada akhirnya, Nda, begitulah panggilannya keburu didekati sama temen dekat saya, Eko. 

Akhirnya mereka jadian, namun entah apa penyebabnya mereka putus, hubungan saya dengan Nda pun seperti biasa, ga ada yang berubah, namun selang beberapa hari, nda pun jadian lagi dengan temen se-fakultasnya, Lili, sayapun kembali tak sempat mengungkapkan isi hati saya padanya, mungkin ini bukan kesempatan saya punya pacar, haha.

Entah kenapa, meskipun dia sudah punya pacar, namun hubungan kami semakin dekat, kemanapun ia pergi selalu saya antar, apapun yang ia mau hampir saya selalu bisa memberikannya, kami sering curhat dan bertukar fikiran, tentang apapun, film, musik, belajar, dan cinta, 

Hingga pada suatu malam, saya tidak bisa menyembunyikan perasaan ini, saya tidak bisa menahan rasa ini, dengan malu-malu dan hati bergetar, saya pun memberanikan diri mengungkapkan isi hati saya, dan saya siap apapun yang terjadi, dan tidak saya duga, dia menerima saya, meskipun dia masih milik Lili, sayapun senang, namun bingung, bingung apa yang harus saya lakukan setelah dia menerima saya. 

Hubungan kami berlalu tanpa ada seorangpun tau, bahkan temen sekamar saya dan dia, kami deket sebagai mana bisanya kami deket, karena kami dari awalpun sudah dekat, namun ada yang istimewa dari cara berpacaran kami, nelpon, ya, kalau saya atau dia pas pulang kerumah meskipun hanya beberapa hari, perasaan hati saya selalu rindu padanya, kitapun teleponan, biasanya saya menelponnya lepas tengah malam, menunggu gratisan, lucunya, terkadang suara kami terputus-putus ditelan sinyal gratisan, dan sayapun harus keluar rumah malem-malem untuk mencari sinyal yang lebih jelas lagi, hingga kedinginan bahkan sampai masuk angin, ini semua karena saya benar-benar mencintainya. 

Hubungan gelap kami akhirnya harus terbongkar, sikap beda Nda terhadap Lili akhirnya membuat Lili curiga, dan menanyakan hal sebenarnya terhadap Nda, Nda pun jujur mengakuinya, kalau sebenarnya dia sudah jadian sama saya, saya merasa malu, dan akhirnya saya minta maaf ke Lili atas tindakan saya yang merebut Nda dari saya, sayapun memutuskan Nda dan menyerahkan kembali pada Lili, dan sayapun kembali dengan kesendirian. 

Hari berlalu, semua aktifitas para mahasiswa yang tinggal dikost-an yang saya tinggali pun seperti biasa, antara saya dan Nda seperti biasa, namun apa yang terjadi selang beberapa hari semenjak kita putus, Nda mendekati saya dan bilang dia mutusin Lili dan memilih kembali pada saya, tiada kegembiraan seperti saat itu, bukan karena melihat Nda mutusin Lili, namun saya menyadari bahwa pada akhirnya ada seorang perempuan dengan setulus hati mengungkapkan cintanya kepada saya. Ini bisa saya katakan kebahagiaan pertama dengan dia.

Pada saat itu saya berdoa, ya tuhan, semoga saya bisa menghargai karunia cinta yang engkau berikan, saya berjanji pada saat itu akan benar-benar mencintainya, sampai kapanpun meskipun kita tidak ditakdirkan untuk bersama. 

Tidak ada kenangan seindah bersamanya,
Pantaslah saya sulit melupakannya, beribu kenangan kita lewati, bersama, wisata kuliner yang belum tamat, nonton film sepanjang malem, teleponan jika berjauhan, tawa, tangis, kita lewati bersama, ya Tuhan, semuanya sungguh menyakitkan untuk saya kenang.

Saya hampir mengetahui semua tentang dia, jika sekarang ada yang menanyakan tentang dia, saya akan menjawabnya tanpa ada sedikitpun kekurangan, semisal makanan kesukaannya, soto, pisang coklat dan juga dia suka kerang hijau, sampai pada suatu hari dia pengen dibeliin kerang hijau sayapun harus mencarinya keliling kota Subang, dan tidak menemukannya. Terus kalau makan dia tidak suka pake kecap.  Kebiasaannya setiap hari, gerak-geriknya, sedihnya, senyumnya cemberutnya, saya tahu pasti.

Kebahagaian kedua, sebelum jadian sama saya dia tidak memakai jilbab, namun beberapa bulan bersama saya setelah kita hubungan dia belajar memakai nya, tahu ga? Pertama kali saya melihatnya memakai jilbab, itulah kebahagiaan saya yang kedua, jika saya mengingatnya, saya pasti meneteskan air mata, saya ingat betul bagaimana ia dengan malu-malu keluar memakai jilbab dan memperlihatkannya. Cantik, sungguh dia wanita tercantik pada saat itu, serius, hehe.

Bersambung. . .

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Blogger templates

About

Search

Popular Posts

- Copyright © epulkatama -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -